Jawa Barat sedang gencar-gencarnya mengejar target vaksinasi demi menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity. Masyarakat dari segala usia diimbau untuk segera mengikuti vaksinasi, tak terkecuali kelompok rentan seperti lansia.
Saat ini, total cakupan vaksinasi lansia di Jawa Barat terus menunjukkan peningkatan terutama dalam satu bulan terakhir. Pada Oktober 2021, capaian vaksinasi lansia berada di angka 1.548.546 yang kemudian mengalami kenaikan menjadi 2.403.618 pada November.
Berdasarkan total cakupan vaksinasi lansia di Jawa Barat, Kota Bandung menduduki peringkat pertama dengan persentase capaian 68%, disusul oleh Kota Bogor dan Kota Cimahi di posisi kedua dan ketiga dengan masing-masing angka 67% dan 52%.
Meski terus mengalami peningkatan, namun capaian ini masih jauh dari jumlah target lansia di Jawa Barat. Pasalnya, dari 3.408.940 lansia, baru 1.573.948 (46%) lansia yang menerima vaksinasi dosis ke-1 dan 829.634 (24%) lansia yang menerima dosis ke-2. Sehingga total lansia di Jawa Barat yang sudah divaksin masih berada di angka 2.403.618 (35%).
Risiko lansia pun cukup tinggi bila dibandingkan dengan kelompok rentan lainnya seperti anak-anak. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, lansia berisiko 60 kali lipat lebih parah dari pada anak-anak apabila terinfeksi virus Covid-19.
Hal ini terbukti dari melonjaknya kasus kematian lansia akibat Covid-19. Dari 47.866 kasus terkonfirmasi pada lansia usia 61-70 tahun, sebanyak 3.530 jiwa meninggal dunia (7,4%). Perbandingan yang cukup timpang bila melihat data kematian usia dewasa (21-30 tahun), dimana dari 147.964 kasus terkonfirmasi, 624 jiwa meninggal dunia (0,4%).
Tren Kematian pada Lansia di Jawa Barat
Usia | Kasus Terkonfirmasi | Kasus Meninggal | Jumlah Penduduk | Persentase Penduduk | Rasio Kematian Covid-19 per-1 juta Penduduk |
0-10 | 43.439 | 135 | 8,771,289 | 18.43% | 16 |
11-20 | 79.261 | 206 | 7,648,744 | 16.07% | 27 |
21-30 | 147.964 | 624 | 7,879,177 | 16.56% | 80 |
31-40 | 135.536 | 1.174 | 7,491,838 | 15.74% | 157 |
41-50 | 121.653 | 2.624 | 6,901,375 | 14.50% | 381 |
51-60 | 100.418 | 4.390 | 4,900,206 | 10.30% | 896 |
61-70 | 47.866 | 3.530 | 2,713,579 | 5.70% | 1,301 |
>70 | 17.029 | 1.730 | 1,280,735 | 2.69% | 1,351 |
N/A | 13,311 | 296 |
Sumber: Hasil olah data NAR, 08 November 2021
Lalu, apa sebenarnya faktor yang menjadi penghambat capaian vaksinasi lansia?
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan pada September 2021 terhadap 39 Fasyankes yang aktif melakukan program vaksinasi bagi masyarakat, kami merangkum 9 hal yang menyebabkan minimnya partisipasi lansia dalam proses vaksinasi. Rasa ragu para lansia atas keamanan vaksin, terutama efek samping yang ditimbulkan setelahnya menjadi alasan tertinggi mengapa lansia tidak mau divaksin.
Kendala yang Menghambat Partisipasi Lansia
Selain itu, alasan keagamaan seperti mempertanyakan kehalalan vaksin serta adanya penyakit penyerta (komorbid) juga menjadi hambatan dalam pemenuhan target vaksinasi lansia.
Banyaknya disinformasi mengenai vaksin membuat lansia menjadi khawatir akan efek samping yang ditimbulkan. Ini membuat para lansia mengurungkan niatnya untuk menjalani vaksinasi. Berdasarkan data yang terhimpun di Open Data Jabar, selama Januari-Maret 2021, terdapat 77 aduan hoaks terkait vaksinasi.
Sebagai generasi muda yang masih bisa beraktivitas dengan leluasa, mari kita bantu sukseskan vaksinasi dimulai dari hal-hal kecil yang sederhana. Seperti mengantar kakek-nenek maupun orang tua ke tempat vaksinasi, hingga mencari dan memberikan informasi yang akurat sehingga para lansia tak lagi takut dengan informasi hoaks yang beredar soal vaksin.
#AyoVaksin! Sayangi lansia, lindungi mereka.
Daftar Pustaka