Menilik Mudik 2022: Jumlah Pemudik Melesat, Lalu Lintas Tersendat

Tim Data Analytics JDS - Jabar Digital Service
09 Juni 2022
Analisis Data
334

Setelah dua tahun tradisi mudik tak bisa dilangsungkan, pemerintah akhirnya secara resmi memberikan lampu hijau kepada masyarakat Indonesia untuk melaksanakan mudik pada Lebaran 2022. Kerinduan akan kampung halaman yang tertumpuk selama dua tahun akibat pandemi memicu lonjakan jumlah pemudik pada Lebaran 2022. Seirama dengan hal ini, berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik 2022 mencapai 85 juta orang dan 14 juta di antaranya berasal dari pemudik Jabodetabek. Menurut Kemenhub, terdapat sekitar 2,1 juta kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek pada mudik Lebaran 2022. Angka ini merupakan rekor tertinggi dibandingkan periode-periode Lebaran dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Dari tahun ke tahun, kemacetan di kala mudik merupakan hal yang lazim ditemukan, tak terkecuali untuk wilayah Jawa Barat. Jawa Barat dilewati sejumlah jalur darat yang digunakan pemudik dari Jabodetabek, selaku wilayah pemasok pemudik terbesar, menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa daerah di Jawa Barat sendiri. Terkhusus pada Lebaran tahun ini, antusiasme pemudik yang tinggi menyebabkan lalu lintas di berbagai ruas jalan Jawa Barat semakin tersendat. Demi memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan pemudik, berbagai upaya telah dilakukan pemangku kebijakan, salah satunya yakni rekayasa lalu lintas. Meskipun demikian, kemacetan di beberapa ruas jalan tetap tak terbendung. Maka dari itu, adanya analisis terkait kondisi lalu lintas saat dan pasca mudik Lebaran 2022 dirasa sangat penting agar perumusan kebijakan menjelang Lebaran pada tahun-tahun mendatang agar bisa lebih terukur dan tepat guna.


Model Peramalan vs Aktual

Gambar 1.  Perbandingan Tren Lalu Lintas Harian di Jawa Barat  Antara  Data Aktual dan Data Hasil Peramalan pada Lebaran 2022

Pada riset sebelumnya, tim Data Analytics JDS melakukan prediksi arus lalu lintas harian di 14 kabupaten/kota di Jawa Barat pada periode mudik tahun 2022. Secara umum, data hasil peramalan belum sepenuhnya pas dengan pola data aktual dikarenakan pada periode mudik tahun ini terjadi lonjakan yang signifikan dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Meski demikian, hasil prediksi mampu memperkirakan wilayah yang mengalami persentase kenaikan arus lalu lintas yang paling tinggi, yakni Kab. Karawang. Data aktual menunjukkan hal serupa, yakni Kab. Karawang menjadi kabupaten/kota yang mengalami kenaikan arus yang paling signifikan.

 

Arus Lalu Lintas Mudik pada Lebaran Tahun 2022 Meningkat Drastis dibanding 2020 dan 2021

Dalam melakukan analisis mudik Lebaran 2022, Tim Data Analytics JDS memanfaatkan data laporan pengguna Waze yang dikumpulkan dalam kurun waktu Juni 2019 hingga Mei 2022. Data ini berisi laporan atau temuan pengguna yang sedang melakukan perjalanan, sehingga selanjutnya dapat diterjemahkan sebagai jumlah kendaraan yang melalui ruas jalan tertentu pada suatu waktu. Dikarenakan tidak semua pelaku perjalanan menggunakan Waze, maka data yang digunakan pada analisis kali ini bersifat representative sampling, sehingga dimungkinkan bernilai lebih sedikit dari jumlah kendaraan sesungguhnya di ruas-ruas jalan.

Gambar 2.  Perbandingan Tren Lalu Lintas Harian di Jawa Barat  pada Beberapa Musim Mudik saat Pandemi

Pergerakan masyarakat Jawa Barat pada arus mudik dan balik tahun ini, yang direpresentasikan oleh laporan pengguna Waze, berangsur-angsur meningkat hingga mencapai 53% lebih tinggi daripada pergerakan sebelum pandemi (Gambar 2). Meroketnya jumlah kendaraan yang  melakukan pergerakan pada musim Lebaran 2022 juga dibuktikan oleh hasil Wilcoxon Sign Rank Test yang signifikan (p-value di bawah 0,05). Dapat dilihat pula bahwa dengan adanya larangan yang ditetapkan, pergerakan masyarakat di musim mudik 2020 dan 2021 lebih rendah dari rata-rata lalu lintas harian sebelum pandemi.

Meningkatnya pergerakan lalu lintas dimulai sejak minggu ketiga bulan Ramadhan 1443 Hijriah. Hal ini ditengarai adanya kemungkinan bahwa masyarakat melakukan perjalanan lebih awal dari jadwal cuti bersama guna menghindari kemacetan saat puncak arus mudik, yang terjadi pada minggu ke 4 bulan puasa. Olahan data juga menunjukkan bahwa lalu lintas mulai menurun setelah melewati puncak arus mudik hingga tanggal 1 Syawal 1443 H dikarenakan keseluruhan masyarakat diperkirakan sudah sampai pada tempat tujuan mudik masing-masing. Kemudian, pada Gambar 2 dapat dilihat bahwa setelah hari ketiga Lebaran, pergerakan lalu lintas kembali meningkat, menandakan dimulainya pergerakan arus balik bagi masyarakat.

 

Gambar 3.  Perbandingan Tren Lalu Lintas Harian Kawasan di Jawa Barat  pada Beberapa Musim Mudik saat Pandemi

Jika menilik perbandingan lalu lintas ke tingkat regional, dapat dilihat pada Gambar 3 bahwa pergerakan masyarakat meningkat drastis melebihi lalu lintas harian rata-rata sebelum pandemi hampir di seluruh kawasan. Pembagian regional sendiri dilakukan berdasarkan aspek geokultural seperti yang dapat dilihat pada Gambar 4. Kenaikan terekstrem pada tahun 2022 terjadi pada kawasan Purwasuka, di mana pada daerah ini dilewati jalur mudik strategis, sehingga dilewati tidak hanya oleh penduduk Jawa Barat, namun juga penduduk dari daerah Banten maupun DKI Jakarta. Anomali terjadi pada daerah Bandung Raya dan Bodebek, di mana pergerakan cenderung stagnan di bawah rata-rata pergerakan sebelum pandemi. Peristiwa ini dapat terjadi karena kedua kawasan tersebut merupakan kawasan aglomerasi dan pusat kegiatan di daerah Jawa Barat serta kawasan penyangga Ibukota, di mana demografinya didominasi oleh para pendatang (bukan penduduk asli), sehingga pola perjalanan yang muncul adalah keluar dari daerah aglomerasi saat musim Idul Fitri 1443 H. 

Gambar 4.  Pembagian Wilayah Geobudaya di Jawa Barat

 

Tren Mudik 2022 Jawa Barat: Karawang Paling Mencolok

Gambar 5.   Pola Lalu Lintas Regional Berdasarkan Jam dan Hari Menjelang Lebaran (skala berbeda tiap regional)

Gambar 5 menggambarkan pola lalu lintas sejak dua minggu sebelum lebaran hingga seminggu setelah Lebaran. Tingkat lalu lintas cenderung meningkat pada periode mudik hingga arus balik hampir di semua kawasan yang ditandai dengan warna hijau gelap pada visualisasi Gambar 5. Salah satu hal menjadi perhatian yakni peningkatan lalu lintas pada H-4 Lebaran (28 April) sekitar pukul 16.00 hingga 22.00 di wilayah Purwasuka. Peningkatan ini terjadi karena adanya cuti bersama pada tanggal 29 April sehingga pada 28 April sore dan malam, masyarakat mulai bergerak untuk mudik.

Wilayah Priangan Timur dan Priangan Barat mengalami tingkat lalu lintas yang justru tinggi beberapa hari setelah Lebaran. Peristiwa ini terjadi karena wilayah tersebut merupakan wilayah tujuan para pemudik sehingga otomatis mobilitas di wilayah tersebut cenderung tinggi dibanding kondisi sebelum Lebaran. Hal ini dikonfirmasi di berita yang menyatakan bahwa beberapa titik di wilayah ini juga masih dilewati oleh pemudik hingga H+3 Lebaran.

Sementara itu, wilayah Bodebek mengalami kenaikan arus lalu lintas pada periode arus balik, utamanya H+4 hingga H+7 pada pukul 10.00-20.00. Hal ini mengindikasikan bahwa pada waktu tersebut masyarakat mulai kembali ke wilayah urban Bodebek. Meski tidak setinggi kondisi lalu lintas biasa, angka arus lalu lintas di wilayah Bodebek relatif jauh lebih tinggi dari regional lainnya, sekitar empat kali dari arus lalu lintas area Purwasuka.

 

Gambar 6.   Tren Tingkat Arus Lalu Lintas di Tiap Kabupaten/Kota

Perubahan arus lalu lintas terhadap baseline kondisi lalu lintas normal (sebelum masa Ramadhan 2022) dalam satuan persentase dapat dilihat pada Gambar 6. Tren arus lalu lintas di kabupaten dan kota di Jawa Barat dapat dikatakan sangat variatif. Terdapat wilayah yang mengalami peningkatan signifikan pada periode arus mudik dan balik, adapun yang mengalami penurunan. Peningkatan arus lalu lintas utamanya terjadi di wilayah kabupaten dan mulai meningkat signifikan pada minggu akhir Ramadhan Lebaran. Adapun tercatat tingkat lalu lintas yang rendah pada tanggal 3 April hampir di seluruh kabupaten/kota. Hal ini dimungkinkan terjadi karena pada hari tersebut bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan atau hari pertama umat muslim melaksanakan ibadah puasa sehingga masyarakat memilih untuk menghabiskan waktu di rumah.

 

Gambar 7.   Perubahan Tingkat Arus Lalu Lintas Mudik di Tiap Kabupaten/Kota

Kemudian dilakukan perhitungan untuk membandingkan rata-rata arus lalu lintas selama periode mudik (H-7 Lebaran hingga H Lebaran) dengan lalu lintas normal. Secara umum, daerah yang mengalami peningkatan arus lalu lintas signifikan saat periode mudik didominasi oleh kabupaten atau kota yang berada di wilayah utara, selatan, dan timur Jawa Barat, terutama daerah yang berada di perbatasan Jabar dan Jateng (Gambar 7). Mayoritas daerah yang mengalami peningkatan lalu lintas merupakan daerah administrasi kabupaten, sementara daerah administrasi kota mengalami penurunan. Pengujian signifikansi pun menunjukkan hal yang serupa, di mana 15 dari 18 kabupaten di Jawa Barat mengalami kenaikan dengan hasil pengujian yang signifikan, sedangkan 4  dari 9 kotanya mengalami penurunan dengan hasil pengujian yang tidak signifikan. Hal ini merupakan sebuah indikasi bahwa aktivitas di daerah urban berkurang karena maraknya masyarakat urban yang kembali ke kampung halaman. 

 

Gambar 8. Ruas Jalan dengan Perubahan Tingkat Lalu Lintas Mudik 2022 Tertinggi di Kab. Karawang

Kab. Karawang menjadi kabupaten/kota yang mengalami peningkatan lalu lintas tertinggi selama periode mudik, yakni hingga 1.179% (Gambar 7). Hal ini dimungkinkan karena Kab. Karawang merupakan wilayah strategis yang hampir pasti dilewati pemudik dari Banten dan Jabodetabek, baik yang menuju Jawa Tengah maupun wilayah Bandung Raya. Ruas jalan di Kabupaten Karawang yang mengalami peningkatan arus lalu lintas yang tinggi merupakan kawasan atau gerbang tol,  terutama wilayah Kab. Karawang yang berbatasan dengan Kab. Purwakarta. Ruas jalan tersebut antara lain Exit KM 72 Tol Cipularang, Exit Kawasan Industri, Arah Cikampek/Dawuan/Purbaleunyi, Gerbang Tol Kalihurip 2, dan Jalan Raya Cikalong Sari (Gambar 8). Titik-titik ini mengalami kenaikan arus lalu lintas selama periode mudik sekitar 304% hingga 1.194% dibanding kondisi normal.

 

Gambar 9. Ruas Jalan dengan Perubahan Tingkat Lalu Lintas Mudik 2022 Tertinggi di Jawa Barat

Sementara ruas jalan yang mengalami peningkatan lalu lintas tertinggi selama periode mudik untuk seluruh Jawa Barat didominasi oleh ruas jalan yang berada di wilayah Purwasuka, Ciayumajakuning, dan Priangan Timur (Gambar 9). Beberapa ruas jalan merupakan kawasan atau gerbang tol. Lima ruas jalan yang mengalami perubahan lalu lintas tertinggi antara lain Exit KM 72 Tol Cipularang (Kab. Karawang/Kab. Purwakarta), Jalan Raya Gunung Cupu (Kab. Ciamis), Tol Cikopo-Palimanan (Kab. Subang), Pamayanan (Kab. Indramayu), dan Jalan Raya Bandrek-Malangbong (Kab. Garut).

 

Pola Pergerakan Masyarakat menuju Beberapa Kategori Tempat Mengalami Peningkatan

Gambar 10. Pergerakan Masyarakat menuju Beberapa Kategori Tempat di Jawa Barat

Memanfaatkan data Google Mobility, dilakukan pula analisis untuk melihat pola pergerakan masyarakat menuju beberapa kategori tempat. Dicabutnya larangan mudik pada Lebaran tahun 2022 oleh Presiden Joko Widodo secara tidak langsung menyebabkan meningkatnya pergerakan harian masyarakat Jawa Barat, khususnya menuju pusat transportasi publik, toko kelontong dan apotek, serta pusat perbelanjaan dan rekreasi. Pergerakan masyarakat menuju stasiun pusat transportasi publik meningkat tajam sejak awal puasa hingga akhir libur Lebaran yang ditetapkan pemerintah. Pada awal bulan puasa, pergerakan masyarakat 20% lebih sedikit dibandingkan baseline. Hal ini umum terjadi pada hari-hari pertama bulan puasa di mana masyarakat cenderung mengurangi bepergian. Akan tetapi, pergerakan masyarakat mendekati Lebaran meningkat tajam dengan puncaknya pada akhir pekan pertama setelah Lebaran. Hal ini disebabkan oleh pemudik yang mulai kembali dari kampung halaman. Pergerakan masyarakat menuju toko kelontong dan apotek meningkat dengan pesat pada bulan puasa menuju Lebaran hingga mencapai 60% dibandingkan baseline.  Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan musim lebaran 2020 dan 2021 dan juga merupakan angka tertinggi yang pernah terekam sejak data Google Mobility dimulai pada awal tahun 2020.

Sementara itu, persentase pergerakan masyarakat menuju pusat perbelanjaan dan rekreasi terhadap baseline mencapai 20% di minggu lebaran 2022, padahal pada tahun sebelumnya hanya pada kisaran 0%. Apabila menilik grafik pergerakan masyarakat menuju area terbuka hijau, tampak bahwa masyarakat yang berkunjung ke taman, taman nasional, dan pantai meningkat secara signifikan dibandingkan periode Lebaran 2021 maupun 2020. Jumlah masyarakat yang berkunjung ke area terbuka hijau pada minggu Lebaran 2022 mengalami puncaknya pada hari ketiga Lebaran yang melonjak hingga 125% dibandingkan baseline. Artinya, masyarakat sudah semakin merasa aman dalam bepergian di tengah pandemi. Mempertimbangkan kenaikan kunjungan pada area taman, taman nasional, dan pantai, adanya perbaikan fasilitas di area tersebut dapat menjadi masukkan bagi pemangku kebijakan terkait demi meningkatkan kenyamanan pengunjung.

 

Untuk Mudik yang Lebih Baik

Menggunakan data Waze Traffic Reports  dan Google Mobility, gambaran mengenai lonjakan kondisi lalu lintas dan pergerakan umum masyarakat selama musim Lebaran 2022 dapat diperhatikan sebagai salah satu momen monumental setelah 2 tahun pandemi. Selain itu, tim Data Analytics JDS mencoba mengusulkan beberapa rekomendasi kebijakan berdasarkan hasil analisis terhadap lalu lintas jalan raya serta tempat tujuan pergerakan masyarakat. Beberapa usulan rekomendasi kebijakan tersebut di antaranya:

  • Mengoptimalkan jalur alternatif di luar jalan tol Jakarta-Cikampek sehingga lalu lintas dapat tersebar merata dan mengurangi kemacetan.
  • Mendorong masyarakat untuk mudik di luar waktu-waktu puncak keramaian, yakni sebelum H-4 Lebaran, terutama bagi pemudik yang akan melewati kawasan Purwasuka. 
  • Memprioritaskan WFA bagi pekerja di bidang non-esensial dan sekolah daring sampai beberapa waktu setelah libur Lebaran usai, sehingga perjalanan arus balik tidak menumpuk pada saat mendekati akhir cuti bersama
  • Menghindari area-area yang ramai dikunjungi, seperti toko kelontong dan apotek serta area retail dan rekreasi, pada minggu Lebaran kecuali dalam keadaan mendesak untuk mencegah penyebaran COVID-19.
  • Menambahkan posko-posko istirahat di jalan-jalan dengan arus yang terindikasi ramai, utamanya di wilayah Purwasuka seperti Exit KM 72 Tol Cipularang, Exit Kawasan Industri, Arah Cikampek/Dawuan/Purbaleunyi, Gerbang Tol Kalihurip 2.

Adanya rekomendasi berdasarkan evaluasi lalu lintas Lebaran 2022 diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk menyusun kebijakan pergerakan guna menciptakan atmosfer perjalanan bagi masyarakat di musim-musim mudik mendatang yang  aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan.

 

 

Referensi:

Lampiran

Artikel Lainnya

Visualisasi Data Tidak Melulu Soal Angka, Tapi Juga Estetika
Visualisasi Data Tidak Melulu Soal Angka, Tapi Juga Estetika
Nita Fitriani - Jabar Digital Service
07 Mei 2021
Tips & Tutorial
1.182
Mendukung Pendidikan Minim Risiko di Tengah Pandemi lewat Analisis Data
Mendukung Pendidikan Minim Risiko di Tengah Pandemi lewat Analisis Data
Ravelto Wangistu - Jabar Digital Service
23 Februari 2021
Analisis Data
721
Menilik Tren Mudik Sebelum dan Ketika Pandemi
Menilik Tren Mudik Sebelum dan Ketika Pandemi
Kurnia Sari Aisyiah - Jabar Digital Service
30 Juni 2021
Analisis Data
5.853