Menilik Prediksi Arus Mudik Idulfitri 2022 di Jawa Barat

Tim Data Analytics JDS - Jabar Digital Service
28 April 2022
Analisis Data
1.000

9,5 Juta Orang Akan Mudik ke  Wilayah Jabar 

Ilustrasi Suasana Kampung Halaman | Sumber Gambar: instagram.com/humas_jabar/

Setelah 2 tahun kita mengalami pembatasan mudik akibat pandemi, tahun ini, kerinduan akan kampung halaman dan silaturahmi langsung bersama keluarga tampaknya akan segera terpenuhi. Presiden RI, Joko Widodo, mengizinkan masyarakat untuk melakukan mudik di Lebaran tahun 2022 dalam konferensi pers, Rabu, 23 Maret 2022 lalu. Izin mudik dari Presiden Jokowi disertai dengan ragam kebijakan pendukung, seperti program mudik gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub), rekayasa lalu lintas seperti ganjil genap, akses terhadap vaksinasi booster lebih dipermudah, tes antigen dan PCR sudah tidak diwajibkan (bagi pemudik yang telah melaksanakan vaksinasi dosis 2 dan booster) dll.

Berdasarkan hasil survei Balitbang Kementerian Perhubungan (Kemenhub), diperkirakan sekitar 85,5 juta orang akan melakukan mudik pada Idulfitri 2022. Sekitar 50 persen pemudik diperkirakan akan menggunakan transportasi darat, yang mencakup kendaraan umum maupun pribadi, baik berupa kendaraan roda empat atau dua.

Jawa Barat yang merupakan provinsi berpenduduk terbanyak di Indonesia, diprediksi akan menjadi daerah tujuan ketiga tertinggi bagi para pemudik, menurut Kemenhub. Kemenhub mencatat, 9,5 juta orang atau 17,4 persen masyarakat Indonesia akan bergerak menuju wilayah Jawa Barat menjelang Idulfitri. Tingginya pergerakan masyarakat yang akan mudik dengan transportasi darat, berpotensi menyebabkan kemacetan yang dapat mengganggu kenyamanan maupun keamanan pemudik. Dengan demikian, analisis terkait arus lalu lintas memiliki peran krusial untuk membantu pemangku kebijakan dalam mengambil keputusan berbasis data.

 

Mau Mudik Lewat Darat? Yuk Pahami Pola Lalu Lintas di Jawa Barat! 

Lalu Lintas Jalan Tol | Sumber Gambar: dishub.jabarprov.go.id

Dalam memprediksi gambaran lalu lintas di masa Lebaran mendatang, analisis diawali dengan melihat pola pergerakan masyarakat Jawa Barat sehari-hari. Tim Data Analytics JDS memanfaatkan data kumpulan laporan pengguna Waze yang dikumpulkan dalam kurun waktu Oktober 2021 hingga Maret 2022. Data ini berisi laporan atau temuan pengguna yang sedang melakukan perjalanan, sehingga selanjutnya dapat diterjemahkan sebagai jumlah kendaraan yang melalui ruas jalan tertentu pada suatu waktu. Dikarenakan tidak semua pelaku perjalanan menggunakan Waze, maka data yang digunakan pada analisis kali ini bersifat representatif, sehingga akan bernilai lebih rendah dari jumlah kendaraan sesungguhnya di ruas-ruas jalan.

Setelah dilakukan eksplorasi, ditemukan bahwa arus lalu lintas  di kabupaten/kota Jawa Barat meningkat pada waktu masyarakat melakukan aktivitas, yakni pukul 7.00-21.00 dan memuncak pada pukul 17.00-19.00. Memuncaknya arus lalu lintas pada pukul 17.00-19.00 diperkirakan berkaitan dengan jam pulang kerja masyarakat yang bersamaan.  Waktu dini hari memiliki arus lalu lintas yang rendah karena sangat sedikit masyarakat yang beraktivitas pada waktu tersebut. Sementara, hari yang memiliki arus lalu lintas paling tinggi secara umum adalah Sabtu dan Minggu.

Gambar Visualisasi Data Pola Lalu Lintas Tiap Kabupaten/Kota Berdasarkan Jam dan Nama Hari | Sumber: Tim Data Analytics JDS

 

Prediksi Lalu Lintas Menjelang hingga Setelah Idulfitri

Ilustrasi Keadaan Lalu Lintas Ketika Mudik | Sumber Gambar: dishub.jabarprov.go.id

Setelah diketahui perilaku perjalanan masyarakat, selanjutnya akan dilakukan pemodelan untuk menghasilkan prediksi jumlah kendaraan dari 1 April 2022 hingga 40 hari ke depan atau seminggu setelah Hari Raya Idulfitri 1443 H. Prediksi dilakukan dengan memodelkan data menggunakan algoritma Prophet yang dikembangkan oleh Facebook Research. Pemodelan ini hanya berfokus pada wilayah yang berada pada jalur mudik, yaitu di antaranya  daerah Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek), Karawang, Subang, Cirebon, Indramayu, dan Bandung Raya. 

Gambar Visualisasi Data Prediksi Lalu Lintas di Jalur Mudik Jawa Barat 2022 | Sumber: Tim Data Analytics JDS

Berdasarkan hasil pemodelan prophet dengan rata-rata persentase galat antara 3.1 persen hingga 27.90 persen, lalu lintas di seluruh daerah tinjauan diprediksi akan mengalami tren penambahan arus jumlah kendaraan per hari, kecuali di Kota Cimahi yang cenderung terus menurun sejak adanya gelombang ketiga COVID-19 (varian omicron). Daerah perkotaan aglomerasi (Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi), Ibukota Provinsi Jawa Barat (Kota Bandung), serta pusat industri Jawa Barat (Kab. Karawang) menjadi 5 daerah dengan persentase kenaikan lalu lintas tertinggi selama musim mudik lebaran 2022. Kabupaten Karawang sendiri tercatat berpotensi mengalami kenaikan tertinggi sebanyak 78 persen. Kenaikan arus lalu lintas diproyeksikan berlangsung sejak pekan kedua April dan akan terus meningkat hingga seminggu setelah lebaran di beberapa kabupaten/kota.

 

Prediksi Pergerakan Masyarakat Menuju Berbagai Tempat Menjelang hingga Setelah Idulfitri 

Gambar Suasana Jalan Raya | Sumber Gambar: humas.jabarprov.go.id

Pergerakan masyarakat menuju tiga kategori tempat: stasiun transit (Transit Station), toko kelontong dan apotek (Grocery & Pharmacy), serta pusat perbelanjaan dan rekreasi (Retail & Recreation), diprediksi mengalami peningkatan. Peningkatan pergerakan masyarakat menuju stasiun transit dimulai sejak awal bulan puasa dan terus meningkat hingga libur lebaran usai (6 Mei, berdasarkan aturan pemerintah).

Pergerakan masyarakat yang meningkat menuju stasiun transit disebabkan oleh pemudik yang menggunakan jasa transportasi umum pada saat arus mudik dan arus balik. Apabila dibandingkan dengan bulan puasa dan lebaran tahun 2020 dan 2021, peningkatan di tahun 2022 sangat signifikan. Hal ini merupakan konsekuensi dari terbitnya aturan mengenai perjalanan darat menggunakan kereta api dan pesawat terbang untuk penumpang domestik.

Sementara itu, pergerakan masyarakat menuju toko kelontong dan apotek diprediksi menurun pada pertengahan bulan puasa. Akan tetapi, kembali meningkat pada paruh kedua bulan April hingga libur lebaran usai. Hal ini menangkap pola belanja masyarakat Jawa Barat menjelang Idulfitri yang berbeda dengan pola belanja masyarakat pada dua tahun sebelumnya.

Pergerakan masyarakat menuju pusat perbelanjaan dan rekreasi juga diprediksi terus meningkat hingga libur lebaran selesai. Meskipun begitu, teramati bahwa pada akhir Maret, terjadi penurunan pergerakan masyarakat menuju tempat-tempat tersebut. Perubahan ini disebabkan oleh pola bepergian masyarakat menjelang bulan puasa dan menjelang Idulfitri.

Peningkatan pergerakan menuju pusat perbelanjaan dan rekreasi diperkirakan dimulai sejak awal April dan akan terus meningkat hingga beberapa hari setelah Idulfitri. Prediksi peningkatan ini mengindikasikan bahwa pusat perbelanjaan seperti mall dan pasar serta area rekreasi seperti objek wisata akan ramai menjelang, saat, dan setelah Idulfitri. Perkiraan peningkatan ini sejalan dengan kemungkinan aktivitas masyarakat seperti berbelanja kebutuhan Idulfitri baik pakaian maupun bahan makanan serta piknik bersama orang tercinta.

Gambar Visualisasi Data Pergerakan Masyarakat menuju Beberapa Kategori Tempat di Jawa Barat | Sumber: Tim Data Analytics JDS

 

Referensi:

Artikel Lainnya

Pasokan Kentang Dunia Merosot, Bagaimana Kondisi Kentang di Jawa Barat?
Pasokan Kentang Dunia Merosot, Bagaimana Kondisi Kentang di Jawa Barat?
Acep Candra Suhendar - Jabar Digital Service
22 Februari 2022
Analisis Data
2.443
Menilik Tren Mudik Sebelum dan Ketika Pandemi
Menilik Tren Mudik Sebelum dan Ketika Pandemi
Kurnia Sari Aisyiah - Jabar Digital Service
30 Juni 2021
Analisis Data
8.982
Jabar kebut vaksinasi lansia, sudah sampai mana?
Jabar kebut vaksinasi lansia, sudah sampai mana?
Nita FItriani - Jabar Digital Service
29 November 2021
Covid-19
1.354