Perempuan di Posisi Manajer, Gak Ada Lagi Bias Gender!

12 Maret 2022
904
Perempuan di Posisi Manajer, Gak Ada Lagi Bias Gender! Bias gender sebenarnya masih kerap ada, belum hilang sepenuhnya. Namun semangat perjuangan dalam kesetaraan gender ternyata lebih besar. Momen perjuangan dalam memberikan kesempatan yang sama terhadap laki-laki dan perempuan terus digaungkan. Tanggal 08 Maret dipilih untuk memperingati International Women's Day (IWD). Tema perayaan tahun ini adalah #BreakTheBias—dunia yang bebas dari bias, stereotip, dan diskriminasi terhadap perempuan. Perempuan tidak lagi menjadi kaum yang kerap dipandang sebalah mata dengan stereotip-stereotipnya yang mengekang. Indonesia dengan warisan budaya patriarkinya telah membuat perempuan Indonesia sulit untuk berkembang, menggapai cita-cita, dan memperjuangkan ambisinya. Menurut Alfian Rokhmansyah dalam bukunya yang berjudul Pengantar Gender dan Feminisme, sistem patriarki yang mendominasi kebudayaan masyarakat menyebabkan adanya kesenjangan dan ketidakadilan gender yang mempengaruhi hingga ke berbagai aspek kegiatan manusia. Laki-laki memiliki peran sebagai kontrol utama di dalam masyarakat, sedangkan perempuan hanya memiliki sedikit pengaruh atau bisa dikatakan tidak memiliki hak pada wilayah-wilayah umum dalam masyarakat, baik secara ekonomi, sosial, politik, dan psikologi. Namun, meski budaya patriarki ini kerap ada di masyarakat Indonesia, ternyata masyarakat yang sadar akan isu kesetaraan gender juga semakin bertambah. Menurut hasil riset Google, selama pandemi berlangsung, kesadaran soal isu-isu sosial mulai dicari tahu oleh orang Indonesia. Berdasarkan data Google, kata kunci "gender equality" meningkat 25%. Selain itu, semangat dari perempuan Indonesia juga nggak bisa dipandang sebelah mata. Saat ini, semakin banyak perempuan-perempuan Indonesia yang hebat dan menginspirasi. Keterlibatan dan eksistensi mereka dalam mengambil peran di ranah publik semakin nampak. Duh, jadi makin bangga sama perempuan Indonesia! Di dunia kerja, meski perempuan yang berada di posisi manajerial atau posisi memimpin belum mencapai titik seimbang, namun, tren dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. Di Indonesia, posisi manajerial yang diduduki perempuan dari tahun 2018 sampai 2020, mengalami kenaikan sebesar 4,33%. Sementara kalau kita melihat di Jawa Barat, naik sebesar 3,88%. Jabatan manajer menurut Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2014 BPS meliputi: Pimpinan Eksekutif, Pejabat Tinggi Pemerintah, dan Pejabat Pembuat Peraturan Perundang-undangan; Manajer Administrasi dan Komersial; Manajer Produksi dan Pelayanan Khusus; Manajer Jasa Perhotelan, Perdagangan, dan Jasa Lainnya (Posisi managerial/kepemimpinan di pemerintahan dan swasta). Berdasarkan umur, manajer perempuan di Indonesia paling banyak di umur 40-44 tahun, dengan jumlah sebesar 13,71%. Dari segi sektor, proporsi perempuan pada posisi manajerial paling banyak berada pada sektor jasa, dengan jumlah sebesar 37,9%. Lalu, kalau kita melihat dari bidang kerja, paling banyak pada bidang keuangan dan administrasi, dengan jumlah sebesar 59%.
Topik
Disusun oleh
Jabar Digital Service