Misteri Sembako Naik Setiap Ramadan

31 Maret 2022
778
Bak misteri, sering kali kita bertanya kenapa harga sembako menjelang atau pada saat Ramadan selalu mengalami kenaikan? Namun, ternyata kenaikan harga ini bukan hanya sebagai misteri, tapi juga bagian dari tradisi Ramadan itu sendiri. Melihat dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata harga sembako di Jawa Barat mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan khususnya pada tahun 2022 ini. Kenaikan harga sembako sangat variatif, mulai < 1% hingga ada yang > 35%. Khusus data harga migor pada chart merupakan data sebelum tanggal 21 Maret 2022. Sementara, Dikutip dari bisnis.com harga migor bermerk 1 per tanggal 21 Maret 2022 sebesar Rp23.200,- per kg, naik 24,7% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Secara umum kenaikan harga sembako di bulan Ramadan biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor; Pertama, ketidakseimbangan jumlah supply & demand sembako, konsumsi/permintaan sembako di bulan Ramadan biasanya meningkat tidak diiringi dengan kenaikan pasokan sembako di pasaran. Kedua, panjangnya rantai distribusi sembako sedangkan terjadi kenaikan permintaan yang meningkat di berbagai daerah, sehingga, mengakibatkan beban ongkos distribusi menjadi lebih besar terlebih di tempat yang jauh dari produsen. Selain itu, tidak dipungkiri masih adanya pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin meraup keuntungan lebih, pihak yang nakal ini biasanya membeli barang/produk dari petani dengan jumlah besar, kemudian ditimbun dan dijual pada saat persediaan pasar menipis dengan harga yang tinggi. Bersumber data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, menjelang Ramadan di Jawa Barat tahun ini, harga telur ayam, cabai rawit dan merah mengalami kenaikan cukup tinggi. Lalu, daerah mana sajakah yang menjadi produsen utama di Jawa Barat? Mengacu data dari Open Data Jabar, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cianjur menjadi produsen utama untuk produk pertanian seperti cabai rawit dan cabai besar. Sedangkan untuk telur ayam petelur, Kabupaten Sukabumi menjadi produsen terbesar pertama, disusul oleh Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Bogor.
Topik
Disusun oleh
Jabar Digital Service