Leveling Situasi Pandemi

24 September 2021
190
Apa itu Levelling Situasi Pandemi? Kementerian Kesehatan RI telah membagi level pandemi di suatu wilayah berdasarkan lima tingkatan. Mulai dari tingkat nol, hingga tingkat empat. Dalam laman Vaksin Kemenkes RI, Panji Fortuna, dr, MPH, Tenaga Ahli Kementerian Kesehatan menyampaikan, “Asesmen Level Situasi Pandemi” merupakan dasar pengetatan atau pelonggaran upaya kesehatan masyarakat & pembatasan sosial. Tingkatan situasi pandemi menunjukkan kapasitas respon terhadap tingkat transmisi. Kapasitas respon yang memadai di tingkat transmisi rendah dapat menjadi tidak memadai jika transmisi meningkat. Dari perspektif ini, tujuan pengendalian pandemi adalah untuk mencapai tingkat situasi yang serendah mungkin (tingkat situasi nol). Untuk mengukur level situasi pandemi, ada dua indikator pembanding yang harus dihitung, yakni perbandingan level transmisi dengan kapasitas respon dalam periode satu minggu. Dari perhitungan ini akan dihasilkan perhitungan level situasi 0-4, dimana level situasi 0 merupakan level situasi tanpa penularan lokal, sementara level situasi 4 adalah level transmisi penularan yang tidak terkontrol dengan kapasitas respons yang tidak memadai. Level transmisi sendiri ada 7 tingkat, dimana 3 tingkat paling aman adalah tidak ada kasus sampai ditemukannya kasus pada klaster tertentu, dan 4 tingkatan transmisi lainnya di luar klaster, yakni transmisi komunitas (tingkat 1-4). Untuk menghitung tingkat transmisi komunitas, ada 3 kriteria yang harus diperhatikan, yakni kasus konfirmasi baru per 100.000 penduduk setiap minggunya, angka kejadian rawat inap baru per 100.000 populasi per minggu, dan jumlah kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk per minggunya. Untuk setiap kriteria ini, ada nilai ambang yang membedakan setiap tingkatan. Sementara itu, untuk mengukur asesmen kapasitas respon, ada 3 kriteria yang harus diperhatikan, yakni: testing dengan melihat positivity rate pemeriksaan kasus per minggu, tracing atau rasio kontak erat dengan kasus terkonfirmasi, dan treatment dengan melihat bed occupancy rate. Lalu, bagaimana dengan penilaian level situasi pandemi Jabar saat ini? Per 20 September 2021, situasi Covid-19 di Jawa Barat telah masuk tingkat 2. Transmisi komunitasnya dikategorikan tingkat 1, dimana kasus konfirmasi mencapai angka 3.79/100.000 penduduk per minggu, angka rawat inap menyentuh 0.61/100.000 penduduk per minggu, dan kematian mencapai 0.16/100.000 penduduk per minggu. Kapasitas respon Jabar juga dikategorikan dalam kelompok sedang, dimana tingkat testing dikategorikan memadai (0.85% positivity rate/minggu), tracing dikategorikan sedang (9.71 rasio kontak erat/kasus per minggu), dan treatment atau nilai BOR mencapai angka 8.05% per minggu. Dengan turunnya level situasi pandemi di Jabar, berarti, kasus aktif di Jabar telah melewati puncaknya. Tim Data Jabar Digital Service juga menemukan, bahwa tren penurunan kasus aktif di Jawa Barat terjadi sejak awal bulan Agustus. Sejak 1 Juli 2021 hingga 21 September kasus aktif di Jawa Barat menurun sebesar 92.56%, dan kini berada di angka 4.215 kasus. Meski sudah mulai terkendali, tetap disiplin protokol kesehatan dimanapun kamu berada, ya! Sumber: - Dasbor Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI. 2021. Situasi Covid-19 Berdasarkan Provinsi - Deck: Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat. 2021. Strategi Penanganan Covid-19 Jabar.
Divisualisasikan oleh
Jabar Digital Service

Survei Open Data Jabar

Kami ingin mendengar pendapatmu tentang Open Data Jabar!

Klik disini