Indonesia mulai membaik, tapi sampai kapan bisa bertahan?

06 Oktober 2021
1.792
Indonesia patut merasa bersyukur, sebab Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah berlangsung sejak Juli 2021 berhasil menurunkan angka penularan Covid-19 secara signifikan. Di saat negara ASEAN lain seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand mengalami lonjakan kasus Covid-19, justru Indonesia menunjukan tren kasus harian yang terus melandai. Jumlah kasus terkonfirmasi harian Indonesia yang mencapai 56.757 pada 15 Juli 2021, kini menurun drastis di angka 922 (4/10). Ini menjadi bukti bahwa PPKM merupakan langkah yang cukup efektif. Kondisi yang kian stabil membuat masyarakat mulai beraktivitas kembali di luar rumah. Menurut Kepala BPS, Margo Yuwono, pada Agustus 2021 mobilitas masyarakat meningkat di berbagai tempat seperti tempat transit (7,9%), tempat perdagangan ritel dan rekreasi (7,6%), dan di tempat kerja (6,1%). Di tengah-tengah mobilitas yang meningkat, ternyata Indonesia juga masih berjuang untuk mencapai herd immunity melalui vaksinasi. Dengan target nasional mencapai 208.265.720 jiwa, per 2 Oktober 2021, jumlah masyarakat yang telah mendapatkan dosis ke-1dan ke-2 masing-masing sebanyak 93.066.494 dan 52.316.566 jiwa. Ancaman varian baru seperti Delta dan Mu pun perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pasalnya, varian Delta di Indonesia menyumbang 2.945 kasus Covid-19 (25/9), sedangkan varian Mu memang belum terdeteksi. Ini tandanya, kita masih harus berhati-hati agar gelombang ketiga tidak terjadi! Jika berkaca dari Singapura, meski cakupan vaksinasi di negara ini sudah mencapai 80%, infeksi hariannya menyentuh rekor tertinggi dengan total 2.478 kasus (30/9).Kenapa hal ini bisa terjadi? Menurut Suryo Pratomo, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, masih banyaknya warga lansia yang belum divaksinasi menjadi salah satu penyebabnya. 343 kasus baru di Singapura terjadi pada warga lansia di atas 60 tahun. Hadirnya varian Delta juga menjadi penyumbang tertinggi kasus infeksi di Singapura. Namun begitu, angka kematian di Singapura terbilang rendah ditengah-tengah lonjakan kasus, yaitu 4 kasus kematian per 7 hari (2/10). Gerak cepat Singapura dalam lakukan vaksinasi jelas berpengaruh dalam menekan angka kematian tersebut. Indonesia bisa banyak belajar dari apa yang dihadapi oleh Singapura saat ini dalam membuat kebijakan sebagai antisipasi hadirnya gelombang ketiga. Diantaranya, upaya percepatan vaksinasi di daerah dengan capaian dosis pertama yang masih di bawah 50%, termasuk vaksinasi bagi lansia yang harus terus digencarkan. Per 4 Oktober 2021, realisasi vaksinasi dosis pertama dan kedua untuk lansia masing-masing mencapai 30,90% dan 20,62% dari sasaran (21.553.118 jiwa). Selanjutnya, melakukan upaya pemaksimalan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai upaya tracking dan tracing. Aplikasi ini sudah diunduh oleh 32,8 juta pengguna, loh! Terakhir, meminimalisir risiko penularan melalui pembatasan aktivitas masyarakat dengan mengatur pelaku perjalanan internasional untuk mencegah terjadinya kasus impor dan juga pelaku perjalanan dalam negeri. Hingga membentuk badan monitoring penegakan kedisiplinan protokol kesehatan. Sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik, ada satu hal yang bisa kita lakukan untuk mendukung kebijakan pemerintah, yaitu terus menjaga Prokes dimanapun kamu berada! Daftar Pustaka Our World in Data. 2021. Daily New Confirmed COVID-19 Cases. CNN Indonesia. 2021. Mobilitas Masyarakat di Toko Ritel Mulai Naik pada Agustus. Satuan Tugas Penanganan COVID-19. 2021. Data Vaksinasi Covid-19 (Update per 29 September 2021) Liputan6. 2021. HEADLINE: Kasus COVID-19 di Indonesia Melandai, Strategi Cegah Gelombang III? Satuan Tugas Penanganan COVID-19. 2021. Percepat Vaksinasi di Daerah dengan Capaian Vaksinasi Dosis Pertama di Bawah 50%. CNBC Indonesia. 2021. Fakta-fakta Covid-19 Singapura: 'Meledak' Terus, Melebihi RI. Kompas.com. 2021. Indonesia Catat 2.945 Kasus Varian Delta.
Disusun oleh
Jabar Digital Service