Guncangan Gempa Jabar

10 Desember 2022
845
Saat ini, Jawa Barat sedang berduka atas musibah gempa bumi di Kabupaten Cianjur yang terjadi pada tanggal 21 November 2022 dengan kekuatan 5,6 Magnitudo di kedalaman 10 km. Selang beberapa hari kemudian, tepatnya pada tanggal 3 Desember 2022, gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Garut dengan kekuatan 6,4 Magnitudo di kedalaman 118 km. Lalu, pada tanggal 8 Desember 2022, gempa kembali mengguncang Jawa Barat tepatnya di Kota Sukabumi dengan kekuatan 6,1 Magnitudo di kedalaman 104 km. Tahukah kamu bagaimana histori kejadian gempa bumi di Jawa Barat? 2012-2021 Jabar Alami 493 Kejadian Gempa Bumi Merusak Sejak tahun 2012 hingga tahun 2021, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Jawa Barat telah diguncang gempa bumi merusak (magnitudo >5 SR) sebanyak 493 kejadian dengan jumlah kejadian tertinggi di tahun 2017. Selama 9 tahun terakhir, wilayah selatan Jawa Barat paling sering mengalami kejadian gempa bumi. Frekuensi kejadian terbanyak dialami oleh Kabupaten Garut, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Tasikmalaya. Hal tersebut didukung oleh adanya pertemuan lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempeng Sunda yang sangat aktif (Ahmad Arif (2022). Tinggi Tsunami di Selatan Jawa Bagian Barat Bisa Melebihi Aceh 2004. Kompas.id.). Kategori Gempa Bumi Gempa bumi sendiri dapat dibagi berdasarkan kategori dari besaran kekuatan yang dihasilkannya (penjabaran kategorinya dapat dilihat di infografik). Di tahun 2022 (1 Januari - 2 Desember), wilayah Jawa Barat didominasi oleh gempa bumi dengan kategori Micro sebanyak 323 kejadian. Sumber Gempa di Jawa Barat Ada 2 sumber gempa di Jawa Barat, yaitu dari laut dan daratan. Sumber gempa dari laut berasal dari subduksi, sesar dasar laut, zona megathrust, dan zona intraslab. Sementara, sumber gempa dari daratan berasal dari 5 sesar dari 6 sesar aktif, yaitu: sesar Cimandiri (Pelabuhanratu, Sukabumi, Cianjur hingga Padalarang), sesar Cipamingkis (bagian timur wil. Sukabumi dan wil. Cianjur), sesar Lembang (Cimahi, Lembang, dan Kota Bandung), sesar Garsela (Kab. Garut), dan sesar Baribis (Majalengka, Kuningan, Subang Selatan, dan Purwakarta). Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengungkap tiga faktor yang membuat gempa bumi ini jadi amat merusak, yakni kedalaman gempa yang dangkal, struktur bangunan tidak memenuhi standar aman gempa, dan lokasi permukiman berada pada tanah lunak (local site effect-efek tapak) dan perbukitan (efek topografi). Secara geografis, Jawa Barat rawan akan bencana alam gempa bumi karena daerah-daerah di Jawa Barat dilintasi ragam sesar yang masih aktif baik di darat maupun di dasar laut–ini dibuktikan dengan data-data di atas. Sehingga, kita semua harus waspada dan aware terhadap mitigasinya, agar dapat meminimalisir risiko yang dihasilkan oleh gempa bumi. Referensi: Nama Dataset: Jumlah Kejadian Bencana Gempa Bumi Berdasarkan Kabupaten/Kota di Jawa Barat Organisasi: Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun: 2012-2021 Link: https://opendata.jabarprov.go.id/id/dataset/jumlah-kejadian-bencana-gempa-bumi-berdasarkan-kabupatenkota-di-jawa-barat Nama Dataset: Earthquake Repository (Katalog Gemopabumi) Organisasi: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Tahun: 1 Januari - 2 Desember 2022 Link: http://repogempa.bmkg.go.id/repo_new/ Nama Dataset: Sesar Aktif Organisasi: Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tahun: - Link: https://gis.bnpb.go.id/server/rest/services/Hosted/sesar_aktif/FeatureServer/0 Organisasi: United States Geological Survey (USGS) Tahun: 2022 Organisasi: Kompas Tahun: 2022
Disusun oleh
Jabar Digital Service